Koleksi
batik karya Oscar Lawalata dan Aguste Soesastro, perancang busana
ternama Indonesia, diperagakan pada fashion show dalam rangkaian resepsi
peringatan HUT ke-66 RI di Hotel Sheraton, Roma Kamis malam (29/9).
Acara yang juga menggaungkan World Batik Summit yang sedang berlangsung
di Jakarta ini dipadati tamu terutama dari komunitas mode di Italia.
“Batik
berkelas dan elegan berpeluang masuk pasar Italia”, ujar beberapa tamu
yang kagum menyaksikan batik moderen dan kontemporer yang diperagakan
peragawati papan atas Indonesia.
Acara
fashion show ini merupakan hasil kerjasama KBRI Roma, dan Asosiasi
Persahabatan Indonesia-Italia, serta Yayasan Akar Wangi, Yogyakarta dan
dengan patronasi Pemda Roma dan AltaRoma, asosiasi mode papan atas
Italia, dimaksudkan untuk mempromosikan batik berkelas di Roma yang
dikenal sebagai sebagai salah satu kota mode utama di dunia.
Perpaduan
yang harmonis antara fashion show dengan pertunjukan budaya serta
penataan ruang pameran, dan ruang resepsi serta panggung (catwalk)
membuat fashion show ini tampak unik dan mendapat sambutan meriah dari
tamu berjumlah sedikitnya 600 orang dari kalangan diplomatik, pejabat
pemerintah, pengusaha (boutique), operator pariwisata dan wartawan.
Tamu-tamu
yang masuk ke ruang resepsi melalui ruang pameran langsung disambut
dengan pertunjukan musik gamelan Jawa yang semuanya dimainkan oleh
penabuh gamelan orang Italia di bawah binaan KBRI Vatikan.
"Wow…
luar biasa, instrumennya indah, dan suaranya merdu menyentuh kalbu dan
sangat unik" ujar para tamu sambil mengambil foto para penabuh gamelan.
Yang tidak kalah menariknya adalah, kehadiran Michella Polselli,
penerima beasiswa seni dan budaya yang baru saja kembali dari Indonesia
beberapa bulan lalu. Dengan pakaian kebayanya, gadis cantik ini duduk di
salah satu pojok promosi batik melakukan demo membatik sambil
menjelaskan proses dan sejarah batik yang dua tahun lalu diakui UNESCO
sebagai warisan budaya dunia.
Kuasa
Usaha KBRI Roma, Priyo Iswanto dalam sambutannya mengatakan, fashion
show bertema “Mimpi Tersembunyi” Ekspresi Kreatif Indonesia melalui
Mode, Tari dan Warisan Budaya” atau “Hidden Dreams” ini dimaksudkan juga
untuk menggemakan World Batik Summit yang sedang berlangsung di Jakarta
dan secara khusus untuk lebih mengenalkan batik sebagai warisan dunia
asal Indonesia kepada masyarakat Eropa terutama Italia.
Diharapkan
pengenalan dan pemahaman seni budaya Indonesia yang semakin baik oleh
masyarakat Italia dapat semakin mendekatkan hubungan dan kerjasama
antara Italia dan Indonesia. Priyo Iswanto lebih lanjut menambahkan
harapan batik bisa merebut pasar Eropa khususnya di Italia mengingat
batik sangat cocok untuk iklim panas dan Italia memiliki musim panas
yang relatif panjang antara 4-5 bulan.
Selain menampilkan peragaan busana batik, acara Hidden Dreams dimeriahkan juga dengan tarian tradisonal oleh Didik Nin